Langsung ke konten utama

Renungan Mingguan Kristen

Selalu ada Harapan

Markus 16:1–8   “ Kebangkitan Yesus yang Membawa Harapan” ✝️ 1. Latar Belakang Teks Injil ditulis untuk menunjukkan bahwa Yesus adalah Mesias yang menderita namun menang. Pasal 16:1–8 adalah klimaks dari seluruh kisah: dari penderitaan menuju kemenangan. Peristiwa ini terjadi setelah kematian Yesus di kayu salib. Para murid berada dalam ketakutan dan kehilangan harapan. Dalam konteks itulah, kebangkitan menjadi titik balik besar. 🌅 2. Perempuan ke Kubur (ayat 1–3) Tokoh utama dalam bagian ini adalah perempuan-perempuan: Mereka datang membawa rempah-rempah untuk meminyaki tubuh Yesus. Ini menunjukkan: • Kasih dan kesetiaan mereka kepada Yesus • Mereka belum memahami bahwa Yesus akan bangkit Namun ada kegelisahan: “Siapa yang akan menggulingkan batu bagi kita?” 👉 Makna: Manusia sering datang dengan keterbatasan dan kekhawatiran. Harapan sering tertutup oleh “batu besar” masalah hidup. 🪨 3. Batu Sudah Terguling (ayat 4) Saat mereka tiba, batu besar itu sudah tergulin...

FILEMON 1:4-7 MENGUCAP SYUKUR & BERDOA BUKAN HANYA UNTUK DIRI SENDIRI

 

Doa-doa dan puji-pujian kita harus dipersembahkan kepada Allah, bukan hanya bagi diri sendiri, melainkan juga bagi orang lain.

Menyampaikan permohonan secara pribadi tidak boleh dilakukan dengan jiwa mementingkan diri sendiri, dengan hanya memikirkan urusan-urusan kita, tetapi orang lain juga harus kita ingat.terkadang kita mengucapsyukur karena berkat dan keselamatan kita. juga berdoa untuk keinginan serta kesalamatan pribadi dan tidak bagi orang lain.

Kita harus tersentuh dengan sukacita dan ucapan syukur atas kebaikan apa saja yang ada pada mereka, atau dilakukan oleh mereka, atau dianugerahkan kepada mereka, sejauh itu kita ketahui, dan mengusahakan apa yang mereka butuhkan.

 Ini merupakan bagian penting yang harus ada dalam persekutuan orang-orang kudus. Paulus, dalam ucapan syukur dan doa pribadinya, sering kali mengingat teman-temannya secara khusus: Aku mengucap syukur kepada Allahku, setiap kali aku mengingat engkau dalam doaku.setiap kali biasanya bukan hanya satu,dua kali saja tetapi sering. Demikian kita harus mengingat teman-teman kita seiman kita dalam doa kita. berdoa dan bersama mengucapsyukura atas  pertolongan dan apa saja yang dialami sesamamu.

Paulus dalam ucapan syukurnya Kadang-kadang ia menyebutkan nama, atau paling tidak mengingat mereka secara khusus dalam pikirannya.

 Dan Allah tahu siapa yang dimaksudkan,sebab Allah itu Maha tahu; Ia Mahakuasa. meskipun namanya tidak disebutkan oleh Paulus . 

Ini adalah sarana untuk menerapkan kasih dan mendapatkan kebaikan bagi orang lain.

Berjuanglah denganku, dengan doa-doamu kepada Allah untukku, pinta Rasul Paulus. Dan apa yang dia inginkan bagi dirinya sendiri pasti ia lakukan juga bagi orang lain. Demikian pula seharusnya kita semua. Hendaklah kamu saling mendoakan, anjur Yakobus (Yak. 5:16).

Paulus menambahkan satu alasan lagi, baik untuk doanya maupun puji-pujiannya (ay. 7): “Dari kasihmu sudah kuperoleh kegembiraan besar dan kekuatan, sebab hati orang-orang kudus telah kauhiburkan, saudaraku.

Kebaikan yang telah engkau lakukan dan masih engkau lakukan adalah sesuatu yang memberikan sukacita dan penghiburan berlimpah bagiku dan bagi orang lain.

Oleh karena itulah kami ingin supaya engkau terus berkelimpahan dalam buah-buah yang baik seperti itu, bagi kehormatan Allah dan nama baik agama.

 Pelayanan kasih yang berisi pemberian ini bukan hanya mencukupkan keperluan-keperluan orang-orang kudus, tetapi juga melimpahkan ucapan syukur kepada Allah” (2Kor. 9:12).

Komentar

Postingan Populer