Cari Blog Ini
Blog ini berisi khotba/ renungan, petunjuk, dogma, dalam pelayanan sebagai mimbar injili. bagaimana inovasi digital meningkatkan pengalaman pelanggan, tantangan yang dihadapi, serta strategi untuk memberikan layanan terbaik di dunia yang semakin terkoneksi. Bersiaplah untuk memahami bagaimana dunia pelayanan bergerak menuju masa depan yang lebih efisien dan inovatif dalam gereja dan semua secara luas
Renungan Mingguan Kristen
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
IMAMAT 25:23-28
📖 Penjelasan Teks Imamat 25:23–28
1. Latar BelakangPasal 25 kitab Imamat berbicara tentang tahun Sabat dan tahun Yobel, yang merupakan bagian penting dari hukum sosial-ekonomi bangsa Israel.
Tahun Sabat
Tahun sabat adalah tahun ketujuh, setelah enam tahun orang Israel mengusahakan tanah. Pada tahun ketujuh, tanah harus berhenti dari segala pekerjaan (tidak ditaburi atau dituai secara biasa).
Hasil yang tumbuh dengan sendirinya boleh dimakan oleh pemilik, hamba, orang asing, bahkan binatang – tetapi tidak untuk dipanen dan diperdagangkan.
👉 Tujuan tahun sabat:
1. Mengakui kepemilikan Allah – bumi dan tanah adalah milik Tuhan, bukan manusia.
2. Memberi istirahat – bagi tanah dan juga bagi manusia.
3. Mengajarkan iman – bahwa Allah sanggup mencukupi kebutuhan umat meski mereka tidak bekerja mengolah tanah.
2. Tahun Yobel
Tahun Yobel dirayakan setiap tahun ke-50, yaitu setelah tujuh kali tahun sabat (7 × 7 tahun = 49 tahun). Pada Ayat 8. Maka ' Tahun berikutnya, yaitu tahun ke-50, disebut Yobel.
Pada tahun Yobel:
1. Tanah kembali kepada pemilik asal (tidak boleh diperjualbelikan selamanya).
2. Budak orang Israel dibebaskan dan boleh kembali ke keluarganya.
3. Tanah tidak diolah – sama seperti tahun sabat, tanah beristirahat.
👉 Tujuan tahun Yobel:
1. Mencegah penindasan ekonomi – supaya tidak ada yang selamanya kaya dan tidak ada yang selamanya miskin.
2. Menjamin setiap keluarga Israel tetap memiliki tanah warisan dari Tuhan.
3. Memberi pembebasan sosial – baik dari hutang maupun dari perbudakan.
Tahun Yobel (setiap 50 tahun) adalah momen pembebasan, pemulihan tanah, dan penghapusan hutang.
Pada ayat 23–28, Allah memberikan aturan khusus mengenai kepemilikan tanah dan penebusan.
2. Rincian Ayat
Ayat 23
“Tanah janganlah dijual mutlak, karena Akulah pemilik tanah itu, dan kamu adalah orang asing dan pendatang bagi-Ku.”
👉 Prinsip utama: tanah bukan milik mutlak Israel, melainkan milik Tuhan. Mereka hanya "penatalayan".
Ayat 24
“Di seluruh tanah milikmu, haruslah kamu memberi hak menebus tanah itu.”
👉 Ada jaminan hak tebus: jika tanah dijual karena miskin, tetap bisa ditebus.
Ayat 25
Jika seseorang jatuh miskin dan harus menjual sebagian tanahnya, maka kerabat terdekat (go’el, penebus) wajib menolong dengan menebus tanah itu.
Ayat 26–27
Jika orang itu kelak memperoleh kemampuan kembali, ia boleh menebus sendiri tanahnya dengan menghitung nilai sisa tahun hingga Yobel.
Ayat 28
Jika tanah tidak ditebus, maka pada tahun Yobel tanah itu harus kembali kepada pemilik semula.
👉 Jadi, hukum ini menjaga agar tidak ada keluarga Israel yang kehilangan tanah secara permanen, dan keseimbangan sosial tetap terjaga.
✨ Renungan
- Allah adalah Pemilik Segala Sesuatu
Tanah, harta, bahkan hidup kita, bukanlah milik pribadi mutlak, melainkan milik Tuhan.
Kita hanya pengelola (steward), sehingga harus mempergunakan berkat dengan bijaksana.
2. Keadilan Sosial dan Kepedulian pada yang Lemah
Hukum penebusan tanah mengajarkan agar tidak ada orang yang terjebak dalam kemiskinan selamanya.
Dalam konteks sekarang: gereja dan umat Tuhan dipanggil untuk menolong yang miskin, memberi kesempatan, dan memperjuangkan keadilan sosial.
3. Harapan akan Pemulihan dari Tuhan
Tahun Yobel adalah lambang pemulihan total: tanah kembali, hutang lunas, kebebasan diberikan.
Ini menunjuk kepada Kristus, yang menjadi "Penebus (Go’el) sejati" bagi kita, yang membebaskan dari dosa dan memberi hidup yang baru.
4. Hidup dalam Solidaritas
Umat Tuhan tidak boleh mementingkan diri sendiri atau menindas sesama.
Semua berkat yang ada harus dipakai juga untuk membangun komunitas dan mengasihi sesama.
📌 Ringkasan:
Imamat 25:23–28 menegaskan bahwa tanah adalah milik Tuhan, manusia hanya pengelola. Israel harus saling menopang melalui hukum penebusan tanah agar tidak ada yang miskin selamanya. Bagi umat masa kini, pesan ini menekankan kepemilikan sejati oleh Allah, tanggung jawab sosial, solidaritas, dan harapan akan pemulihan dalam Kristus.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan Populer
PEMBERDAYAAN YANG DI KEHENDAKI TUHAN
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar