Renungan Mingguan Kristen

Renungan Terbaru jawaban hidupmu

 Markus 14:22–25 dengan tema: PERJAMUAN KUDUS: PERSEKUTUAN DALAM KASIH DAN PENGORBANAN KRISTUS 

I. LATAR BELAKANG KITAB MARKUS

 Penulis dan Tujuan

 Penulisan Injil Markus secara tradisional ditulis oleh Yohanes Markus (Kisah Para Rasul 12:12). Ia adalah rekan pelayanan Rasul Petrus dan Rasul Paulus. Banyak ahli Alkitab meyakini bahwa Injil Markus merupakan catatan pengajaran Petrus tentang kehidupan Yesus. Tujuan penulisan Injil Markus: Menunjukkan bahwa Yesus adalah Mesias dan Anak Allah (Markus 1:1). Menekankan penderitaan Kristus sebagai jalan keselamatan manusia. Menguatkan jemaat yang sedang mengalami penderitaan dan penganiayaan. 

Historis 

Injil Markus diperkirakan ditulis sekitar tahun 60–70 M, kemungkinan di Roma, pada masa penganiayaan orang Kristen di bawah Kaisar Nero. Jemaat Kristen saat itu menghadapi: tekanan sosial penganiayaan ancaman kematian Karena itu Markus menekankan bahwa Yesus sendiri terlebih dahulu menderita dan menyerahkan diri-Nya bagi manusia. Perjamuan Kudus dalam Markus 14 terjadi malam sebelum penyaliban Yesus. 

II. LATAR BELAKANG PASAL 14 

Markus pasal 14 merupakan bagian dari kisah sengsara Yesus (Passion Narrative). Urutan peristiwa dalam Markus 14: Rencana membunuh Yesus (14:1–2) Yesus diurapi di Betania (14:3–9) Yudas bersepakat mengkhianati Yesus (14:10–11) Persiapan Perjamuan Paskah (14:12–16) Yesus menubuatkan pengkhianatan (14:17–21) Perjamuan Kudus (14:22–25) Nubuat penyangkalan Petrus (14:26–31) Jadi Perjamuan Kudus terjadi dalam konteks Paskah Yahudi.

 a.  Paskah dalam perjanjian Lama 

Asal Usul Paskah Paskah pertama terjadi ketika Allah membebaskan Israel dari perbudakan di Mesir. Ayat utama: Keluaran 12:13 "Darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah tempat kamu tinggal." Orang Israel harus: menyembelih anak domba mengoleskan darah pada pintu memakan roti tidak beragi Maknanya: darah anak domba menyelamatkan dari maut 

Makna Teologis Paskah Paskah melambangkan: Pembebasan dari perbudakan Perlindungan oleh darah Perjanjian antara Allah dan umat-Nya Paskah kemudian dirayakan setiap tahun oleh bangsa Israel. 

b. Paskah dalam perjanjian Baru

Dalam Perjanjian Baru, Yesus menjadi penggenapan Paskah. 1 Korintus 5:7 "Sebab Anak Domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus." Yesus adalah: Anak Domba Allah yang darah-Nya menyelamatkan manusia dari dosa Karena itu pada malam Paskah, Yesus mengubah makna Paskah menjadi Perjamuan Kudus. 

III. PENJELASAN TEKS MARKUS 14:22–25 

Markus 14:22 "Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: 'Ambillah, inilah tubuh-Ku.'" 

Penjelasan Ada empat tindakan Yesus:

Mengambil roti

Mengucap syukur

Memecah roti 

Memberikannya kepada murid

Maknanya: roti melambangkan tubuh Kristus yang akan diserahkan di kayu salib Pemecahan roti menunjukkan: pengorbanan Yesus bagi manusia. Markus 14:23 "Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka, dan mereka semuanya minum dari cawan itu." 

Penjelasan 

Cawan dalam bahasa ibrani (Kos) kata ini dipakai dalam Mazmur 23:5 Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak Pialaku (Kos) penuh melimpah makna kata ini wadah minuman,simbol hidup dan lambang berkat atau hukum atau kata lainya adalah (Gabiya) cawan yang lebih besar atau cawan kerajaan kejadian 44:2 cawan kehormatan,cawan kerajaan, cawan simbol kehormatan.

dalam budaya israel cawan digunakan dalam perjamuan keluarga atau perayaan yang melambangkan persekutuan dan persahabatan misalnya dalam mazmur 23: 5 diatas yang menggambarkan Tuhan sebagai tuan Rumah,umat sebagai tamu. tetapi juga cawan sebagai simbol nasib atau bagain hidup mazmur 16:5 "TUHAN adalah bagian warisanku dan pialaku" yang berarti bagain hidup,nassib,pemberian Tuhan. tetapi juga dalam bahasa simbolis nabi-nabi, cawan juga menggambarkan hukum Allah  Yeremia 25:15 "Ambillah dari tangan-Ku piala anggur murka ini dan suruhlah bangsa meminumnya" yang menggambarkan keadilan Tuhan serta Konsekuensi dosa. dan dalam beberapa ritual keagamaan Israel, cawan dipakai dalam ibadah dan persembahan Keluaran 25:29 "Haruslah kaubuat pinggan-pinggan, cawan -cawannya kendi-kendinya dan borok-boroknya untuk persembahan" dalam bagain ini digunakan dalam persembahan anggur, ritual ibadah kemah suci. dan atau cawan menjadi alat ibadah kepada Tuhan.

dalam perjanjian baru dan berdasarkan pembacaan , Cawan melambangkan: darah Kristus. Minum bersama menunjukkan: persekutuan umat percaya dengan Kristus. Markus 14:24 "Dan Ia berkata kepada mereka: 'Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang.'" Penjelasan teologis "Darah perjanjian" mengacu pada: Keluaran 24:8 "Inilah darah perjanjian yang diadakan TUHAN dengan kamu." Namun Yesus membawa perjanjian yang baru. Yeremia 31:31 "Sesungguhnya, akan datang waktunya Aku mengadakan perjanjian baru." Maknanya: melalui darah Yesus manusia menerima pengampunan dosa Markus 14:25 "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur sampai pada hari Aku meminumnya dalam Kerajaan Allah." Penjelasan Ayat ini menunjuk kepada: pengharapan eskatologis perjamuan dalam Kerajaan Allah Artinya: Perjamuan Kudus juga menunjuk kepada perjamuan kekal bersama Kristus di surga. 

IV. PERJAMUAN KUDUS

 Perjamuan Kudus memiliki tiga makna besar: Mengingat Pengorbanan Kristus 1 Korintus 11:24 "Perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku." Perjamuan Kudus mengingatkan jemaat bahwa keselamatan diperoleh melalui pengorbanan Kristus di salib. Persekutuan Dengan Kristus 1 Korintus 10:16 "Bukankah roti yang kita pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus?" Perjamuan Kudus adalah: tanda kesatuan umat dengan Kristus tanda kesatuan jemaat Pengharapan Akan Kerajaan Allah Perjamuan Kudus mengingatkan bahwa suatu hari nanti umat Tuhan akan menikmati perjamuan kekal bersama Kristus.

 Pesan utama dari Markus 14:22–25 adalah: Yesus menyerahkan tubuh-Nya bagi keselamatan manusia. Darah Kristus menjadi perjanjian baru antara Allah dan manusia. Perjamuan Kudus adalah tanda kasih Allah yang menyatukan umat percaya. Perjamuan Kudus juga menunjuk kepada pengharapan akan Kerajaan Allah. 

VI. MAKNA BAGI JEMAAT DALAM HARI-HARI INI 

Perjamuan Kudus mengajarkan tiga hal penting bagi jemaat masa kini: Hidup dalam kasih dan pengorbanan Kristus mengorbankan diri-Nya. Jemaat juga dipanggil untuk hidup dalam kasih dan pengorbanan bagi sesama. Hidup dalam persekutuan Perjamuan Kudus mengingatkan bahwa gereja adalah tubuh Kristus yang satu. Karena itu jemaat dipanggil untuk: saling mengampuni hidup dalam kesatuan Hidup dalam pengharapan Perjamuan Kudus mengingatkan bahwa penderitaan dunia tidak berlangsung selamanya. Umat percaya menantikan Kerajaan Allah yang kekal. 

VII. KESIMPULAN 

Perjamuan Kudus bukan sekadar ritual gereja. Perjamuan Kudus adalah: peringatan akan pengorbanan Kristus tanda persekutuan umat percaya pengharapan akan Kerajaan Allah Melalui Perjamuan Kudus kita diingatkan bahwa keselamatan kita lahir dari kasih dan pengorbanan Kristus di kayu salib. 

Komentar

Postingan Populer