Cari Blog Ini
Mimbar Gereja Kristen adalah blog rohani yang berisi kumpulan khotbah, pengajaran Alkitab, dogma Kristen, serta materi pembinaan iman yang berlandaskan Kitab Suci. Blog ini dibuat untuk menjadi sarana pelayanan firman Tuhan, memperlengkapi jemaat, pelayan gereja, dan setiap orang percaya agar semakin bertumbuh dalam iman kepada Yesus Kristus.
Renungan Mingguan Kristen
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Renungan terbaru
Nehemia 2:11–20
Tema: “Memulai Sebuah Pekerjaan dari Tuhan”
1. Pendahuluan: Memulai dengan Tuhan
Nehemia tidak datang ke Yerusalem sekadar untuk membangun tembok. Ia datang karena beban hati yang lahir dari kepedulian terhadap umat Allah, kemudian berusaha memastikan bahwa pekerjaannya berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan.
2. Penjelasan Ayat
Ayat 11 — Datang dan berhenti sejenak
“Maka tibalah aku di Yerusalem. Sesudah tiga hari aku di sana...”
Nehemia tidak langsung bertindak. Ia tinggal selama tiga hari sebelum melakukan pemeriksaan.
Ayat 12 — Visi yang lahir dari Tuhan
“Aku bangun pada malam hari... dan aku tidak memberitahukan kepada siapapun apa yang akan dilakukan Allah dalam hatiku...”
Nehemia menyadari bahwa pekerjaan tersebut bukan semata-mata gagasannya. Ia mengatakan bahwa Allah telah menaruh pekerjaan itu dalam hatinya.
Nehemia juga tidak langsung mengumumkan semuanya. Ia terlebih dahulu memastikan keadaan.
Ayat 13–15 — Melihat kenyataan sebelum bertindak
Nehemia mengelilingi tembok Yerusalem dan melihat sendiri kehancurannya.
Ia tidak menutup mata terhadap masalah. Ia melihat kenyataan sebagaimana adanya.
Nehemia tidak membangun berdasarkan asumsi. Ia terlebih dahulu melakukan observasi lapangan.
Ayat 16 — Hikmat dalam kepemimpinan
Para pemuka dan pekerja belum mengetahui apa yang sedang dilakukan Nehemia.
Ini menunjukkan bahwa Nehemia memiliki kebijaksanaan dan strategi. Ia tidak bekerja secara sembarangan.
Ayat 17 — Mengubah masalah menjadi panggilan bersama
“Kamu lihat sendiri kemalangan yang kita alami... Mari kita bangun kembali tembok Yerusalem...”
Nehemia tidak berkata, “Saya akan membangun tembok.” Ia berkata, “Mari kita bangun.”
Inilah kepemimpinan yang membangun partisipasi dan kebersamaan.
Ayat 18 — Kesaksian tentang tangan Tuhan
“...tentang tangan Allahku yang baik melindungi aku...”
Nehemia menjelaskan bahwa keberhasilannya bukan karena kekuatan pribadi, tetapi karena tangan Allah yang menyertai.
Akibatnya, bangsa itu berkata:
“Kami siap untuk membangun!”
Tuhan menyertai, tetapi manusia tetap harus bangkit dan bekerja.
Ayat 19 — Tantangan dan oposisi
Sanbalat, Tobia, dan Gesyem menertawakan serta menentang Nehemia.
Ini menunjukkan bahwa pekerjaan yang baik tidak selalu diterima oleh semua orang.
Ayat 20 — Keyakinan kepada Tuhan
“Allah semesta langit, Dialah yang membuat kami berhasil.”
Ini menjadi inti spiritualitas Nehemia.
Nehemia tidak mengandalkan jabatan, kekayaan, atau kekuatan manusia. Ia mengandalkan Allah semesta langit.
Namun ia juga menegaskan bahwa para penentang tidak mempunyai bagian dalam pekerjaan tersebut.
3. Inti Teologis Nehemia 2:11–20
Teks ini mengajarkan bahwa pekerjaan dari Tuhan memiliki proses yang jelas:
Beban dari Tuhan → doa dan perenungan → melihat kenyataan → perencanaan → mengajak orang lain → menghadapi tantangan → bekerja dalam penyertaan Tuhan.
Jadi, memulai pekerjaan dari Tuhan bukan berarti memulai tanpa perencanaan. Justru pekerjaan Tuhan membutuhkan iman yang disertai hikmat, strategi, kerja sama, dan ketekunan.
4. Pelajaran bagi Kini
1. Mulailah dengan Tuhan, bukan dengan ambisi
Jangan bertanya terlebih dahulu, “Apa yang saya inginkan?” tetapi “Apa yang Tuhan kehendaki?”
2. Jangan takut melihat masalah
Nehemia berani melihat tembok yang hancur. Jemaat juga harus berani melihat persoalan secara jujur agar dapat melakukan pembaruan.
3. Doa harus diikuti tindakan
Nehemia berdoa, tetapi ia juga pergi melihat, merencanakan, mengajak, dan membangun.
4. Pekerjaan Tuhan membutuhkan kebersamaan
Tidak ada seorang pun yang dapat membangun gereja sendirian. Pendeta, majelis, kaum bapa, kaum wanita, pemuda, anak-anak, dan seluruh jemaat memiliki bagian.
5. Jangan menyerah karena tantangan
Penolakan bukan alasan untuk berhenti. Selama pekerjaan itu benar dan sesuai kehendak Tuhan, teruslah berjalan dengan iman dan hikmat.
6. Tuhanlah sumber keberhasilan
Kalimat Nehemia menjadi prinsip utama:
“Allah semesta langit, Dialah yang membuat kami berhasil.”
Keberhasilan pelayanan bukan terutama tentang hebatnya manusia, tetapi tentang setia kepada Allah dan bekerja dalam penyertaan-Nya.
5. Penutup
Nehemia tidak memulai pembangunan dengan berkata, “Saya mampu.” Ia memulainya dengan keyakinan bahwa Allah yang menyertai dan memberikan keberhasilan.
Karena itu, ketika jemaat hendak memulai sebuah pelayanan, program, pembangunan, atau pembaruan, marilah kita memiliki tiga sikap:
Pekerjaan yang dimulai bersama Tuhan mungkin menghadapi banyak tembok dan tantangan, tetapi ketika umat Tuhan bersatu, bekerja dengan iman, dan mengandalkan-Nya, tidak ada tembok yang terlalu tinggi bagi Tuhan untuk diruntuhkan.
Postingan Populer
PEMBERDAYAAN YANG DI KEHENDAKI TUHAN
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar