Langsung ke konten utama

Renungan Mingguan Kristen

  Materi Pranikah Kristen “Komitmen Hidup Baru dan Kemandirian dalam Pernikahan Kristen” Pendahuluan Pernikahan Kristen bukan sekadar penyatuan dua orang yang saling mencintai, tetapi merupakan perjanjian kudus di hadapan Allah. Dalam pernikahan, laki-laki dan perempuan dipanggil memasuki hidup baru yang penuh tanggung jawab, kesetiaan, pengorbanan, dan kemandirian. Menurut iman Reformed/Calvinis, pernikahan adalah bagian dari kedaulatan Allah yang telah ditetapkan-Nya untuk memuliakan Tuhan, membangun keluarga yang takut akan Allah, dan menjadi kesaksian Injil di tengah dunia. I. Komitmen Hidup Baru dalam Pernikahan Kristen 1. Pernikahan adalah Perjanjian Kudus Dasar Alkitab “Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.” — 2:24 “Apa yang telah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia.” — 19:6 Penjelasan Pernikahan bukan hubungan sementara, melainkan ikatan seumur ...

Tujuan perkawinan

 Tujuan Perkawinan Kristen



Sebuah perkawinan Kristen hendaknya bertujuan untuk mewujudkan keluarga/rumah tangga yang hidup dalam kasih Kristus dan menyatakannya istri kepada seluruh ciptaan Tuhan.

Seseorang yang dahulu hidup sendiri dan atau memiliki kekurangan dalam mewujudkan kasih Kristus itu, kemudian ingin diperlengkapi dengan pasangan yang membuat mereka saling mendorong dan menguatkan untuk mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari (bdk. Kej. 2:18). Dalam hal ini pula, bereproduksi atau memiliki keturunan bukanlah tujuan dari sebuah perkawinan Kristen. Pada umumnya memang pasangan suami istri mendambakan keturunan. 

Bahkan sejumlah pasangan menjadikan alasan keturunan sebagai tujuan perkawinan. 

Meskipun dalam kitab Kejadian 1:28 tertulis "Beranak cucu dan bertambah banyak serta penuhilah bumi. bukan berarti setiap perkawinan bertujuan untuk mendapatkan anak atau anak-anak. Justru firman Allah itu memberikan peringatan, tidak seorang pun diberikan kesempatan untuk membuat anak di luar perkawinan. Sebab Derkawinan adalah anugerah untuk menjalani kehidupan rumah tangga yang bertanggung jawab. Dalam hal ini juga TUHAN Allah menetapkan keluarga sebagai intitusi yang sah; laki-laki dan perempuan secara sah pula menikmati dalam kehormatan penuh seksualitas pemberian Allah.

 Dalam perkawinan yang disahkan dan diberkati itu, suami istri saling menghormati dan menikmati hubungan seksual secara bertanggung jawab di antara keduanya dan dengan TUHAN. Dengan demikian, setiap pasangan yantara ked wajib menjunjung seal kedudukan suami dan istri sebagai teman hidup yang diberkati Allah. sekalipun tidak memiliki keturunan.

Dalam sebuah keluarga Kristen, anak atau keturunan harus dilihat sebagai anugerah dari Tuhan. Oleh karenanya, melalui sebuah perwakinan, ketika Tuhan menganugerahkan keturunan/anak, kedua orang tuanya harus sungguh-sungguh bertanggung jawab atas pemberian Tuhan tersebut; dengan penuh kasih merawat dan membesarkannya (bdk. Maz. 127:3-

6). Tanggung jawab dan kasih terhadap anaknya itu akan membuat orang tua memiliki anak yang sehat secara fisik dan rohani (takut akan Tuhan) serta anak yang dapat meneruskan cinta-kasih keluarganya kepada seluruh makhluk ciptaan Tuhan

Komentar

Postingan Populer