Langsung ke konten utama

Renungan Mingguan Kristen

Renungan terbaru minggu ini

  Keluaran 6:1–12 dengan tema: KEPEDULIAN TUHAN DALAM PENGUTUSAN MUSA I. LATAR BELAKANG KITAB Kitab Keluaran 1. Kedudukan Kanonik dan Teologis Jika Kejadian menekankan janji Allah kepada para patriarkh, maka Keluaran memperlihatkan penggenapan historis janji tersebut melalui pembebasan Israel dari Mesir. Secara teologis, Pembacaan ini berpusat pada: Pewahyuan nama YHWH Pembebasan Perjanjian Sinai Pembentukan identitas umat Allah 2. Latar Historis Peristiwa Keluaran berada dalam konteks perbudakan Israel di Mesir. Pasal 1–5 menggambarkan: Penindasan sistematis Kelahiran dan panggilan Musa Konfrontasi pertama dengan Firaun Kegagalan awal Musa (5:22–23) Pasal 6:1–12 muncul sebagai respons ilahi atas krisis iman Musa dan keputusasaan bangsa Israel. 3 . Latar Teologis Pasal 6 Pasal 6 merupakan titik balik teologis. Allah menegaskan: Identitas-Nya Kesetiaan perjanjian Rencana penyelamatan Tema utama bagian ini adalah pewahyuan Allah sebagai YHWH yang setia dan berti...

Kebangkitan Yesus dan Misi Rekonsiliasi.

 Yohanes 20:19–23, 

Kebangkitan Yesus dan Misi Rekonsiliasi."



Teks: Yohanes 20:19–23 
Penjelasan Ayat per Ayat

Ayat 19: Yesus menampakkan diri kepada para murid pada malam hari, saat mereka berada dalam ketakutan. Pintu terkunci menunjukkan suasana gentar, trauma, dan kerapuhan iman mereka. Namun, Yesus hadir menembus batas fisik dan psikologis, menyampaikan salam: "Damai sejahtera bagi kamu." Ini bukan sekadar sapaan, tetapi deklarasi perdamaian dari Tuhan sendiri kepada manusia yang kacau dan gelisah.

Ayat 20: Yesus menunjukkan tangan dan lambung-Nya—bekas luka salib—sebagai bukti nyata bahwa Ia sungguh telah bangkit. Tanda luka itu bukan hanya bukti fisik, tetapi simbol kasih pengorbanan yang mendamaikan manusia dengan Allah. Murid-murid pun bersukacita: dari ketakutan menjadi sukacita setelah mengalami kehadiran dan konfirmasi kebangkitan Kristus.

Ayat 21: Yesus mengulangi salam damai, lalu memberikan misi: “Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” Misi Yesus menjadi misi murid-murid. Mereka diutus bukan untuk sekadar menyampaikan kabar baik, tetapi untuk membawa damai, kasih, dan pengampunan—sebuah misi rekonsiliasi.

Ayat 22: Yesus mengembusi mereka dan memberikan Roh Kudus. Ini mengingatkan kita pada penciptaan manusia (Kejadian 2:7), di mana Allah menghembuskan nafas hidup. Kini Yesus memberi nafas hidup rohani—kuasa Roh Kudus—yang memampukan mereka untuk menjalankan misi-Nya.

Ayat 23: Murid-murid diberi otoritas untuk menyampaikan pengampunan. Ini adalah bagian penting dari misi rekonsiliasi: menyampaikan kasih karunia Allah yang memulihkan relasi manusia dengan Allah dan sesama.
Renungan:Misi Rekonsiliasi dalam Terang Kebangkitan

1. Kebangkitan Mengatasi Ketakutan:

Yesus hadir saat murid-murid takut. Kebangkitan Kristus adalah kekuatan untuk mengalahkan rasa takut dan keputusasaan dalam kehidupan.

2. Yesus Hadir dalam Kondisi Tertutup:
Pintu tertutup tidak menghalangi Yesus. Ia tetap datang. Tuhan hadir dalam kondisi paling tertutup dalam hidup kita—penuh luka, dosa, atau kesendirian.

3. Bekas Luka Sebagai Bukti Kasih:
Luka bukan simbol kekalahan, tetapi kasih dan pengorbanan yang menyelamatkan. Dalam luka Yesus, ada kemenangan dan pengharapan.

4. Misi Damai dan Pengutusan:

Setiap orang percaya diutus untuk menjadi pembawa damai dan pengampunan. Misi kita mencerminkan misi Kristus: mendamaikan manusia dengan Allah dan sesama.

5. Kuasa Roh Kudus Membekali:

Misi tidak dilakukan dengan kekuatan sendiri. Roh Kudus memberi kuasa, hikmat, dan kasih untuk menghidupi misi rekonsiliasi.

6. Pengampunan sebagai Pusat Injil:

Dalam dunia yang penuh luka dan perpecahan, pengampunan adalah tanda Kerajaan Allah yang sejati. Gereja dipanggil menjadi tempat pengampunan, bukan penghakiman.

Komentar

Postingan Populer