Berikut penjelasan latar belakang, penafsiran teks, dan Renungan berdasarkan Imamat 7:11–21 dengan tema:> 🕊️ "Kurban Keselamatan"
🔍 1. Latar Belakang Kitab Imamat 7:11–21
Kitab Imamat ditulis untuk umat Israel setelah keluar dari Mesir, pada masa mereka sedang dalam perjalanan menuju Tanah Perjanjian.
Di tengah perjalanan itu, Allah memberikan petunjuk ibadah dan hukum-hukum yang mengatur kehidupan umat-Nya.
Salah satu pokok utama adalah sistem persembahan yang menjadi sarana umat untuk mendekat kepada Tuhan.
Pasal 7 membahas berbagai jenis persembahan, termasuk korban keselamatan atau korban syukur.
Dalam bahasa Ibrani disebut zevach shelamim, yang berkaitan dengan shalom (damai sejahtera, keselamatan, hubungan baik dengan Tuhan dan sesama).
📖 2. Penjelasan Teks Imamat 7:11–21
Bagian ini menjelaskan aturan tentang korban keselamatan, yang terdiri dari tiga bentuk:
✅ a. Korban syukur (ay. 12–15)
Dilakukan untuk mengucap syukur kepada Tuhan, biasanya setelah seseorang selamat dari bahaya, sakit, atau menerima berkat besar. Persembahan ini harus disertai dengan roti tidak beragi, roti beragi, dan daging kurban yang harus dimakan pada hari itu juga (ay. 15). Ini menandakan kecepatan dalam merespons berkat Tuhan dengan rasa syukur.
✅ b. Korban nazar (ay. 16–17)
Diberikan sebagai penggenapan janji seseorang kepada Tuhan. Daging kurban bisa dimakan sampai hari kedua, tetapi tidak boleh sampai hari ketiga (ay. 17). Bila dimakan pada hari ketiga, kurban menjadi najis dan tidak diterima oleh Tuhan.
✅ c. Peraturan kekudusan (ay. 18–21)
Menekankan bahwa persembahan hanya sah bila dilakukan dalam kekudusan.
Daging kurban yang dimakan dalam keadaan najis akan membuat orang itu dihukum atau dilenyapkan dari umatnya.
Orang yang menyentuh sesuatu yang najis lalu ikut makan dari persembahan Tuhan, juga harus dihukum.
Kekudusan dan penghormatan terhadap korban adalah syarat mutlak untuk ibadah yang diterima Tuhan.
🗣️ 3. Renungan: "Kurban Keselamatan"
✨ Pendahuluan
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan,
Apakah kita masih mengingat untuk mengucap syukur setelah menerima pertolongan Tuhan? Dalam Perjanjian Lama, korban keselamatan menjadi wujud nyata dari syukur dan damai antara manusia dengan Allah. Hari ini, kita belajar bahwa Tuhan menghendaki umat-Nya untuk menghargai hubungan itu melalui ucapan syukur, kesetiaan, dan kekudusan hidup.
🔥 Isi Renungan
1. Kurban Keselamatan adalah Kurban Syukur (ay. 12–15)
Kita tidak hanya memuji Tuhan di saat berkat datang, tapi juga mempersembahkan sesuatu. Dalam PL, itu berupa hewan dan roti. Di zaman sekarang, kita bisa memberi korban syukur dalam bentuk pelayanan, waktu, persembahan, dan kesaksian hidup.
> 📖 Mazmur 116:12 – “Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku?”
2. Syukur Harus Segera Dinyatakan (ay. 15)
Daging kurban syukur tidak boleh dibiarkan sampai esok hari. Ini menunjukkan bahwa syukur tidak boleh ditunda. Jangan menunggu “nanti” untuk bersaksi atau berbuat baik. Responilah kebaikan Tuhan segera, saat itu juga.
3. Kekudusan dalam Persembahan (ay. 18–21)
Allah menginginkan persembahan yang lahir dari hati yang bersih dan hidup yang kudus.
Persembahan yang tercemar adalah penghinaan bagi Tuhan. Maka, mari kita periksa hidup kita – apakah kita datang kepada Tuhan dengan hormat? Apakah hati kita bersih saat mempersembahkan sesuatu?
> 📖 Roma 12:1 – “Persembahkanlah tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah...”
🙌 Penutup dan Aplikasi
Hari ini kita tidak lagi mempersembahkan korban hewan, karena Yesus Kristus adalah korban keselamatan yang sempurna bagi kita semua (Ibrani 10:10). Namun, kita tetap dipanggil untuk:
Mengucap syukur kepada Tuhan setiap waktu
Memberi persembahan dengan tulus dan segera
Hidup dalam kekudusan dan menghormati Tuhan
Biarlah setiap tindakan dan hidup kita menjadi korban syukur dan keselamatan yang menyenangkan hati Allah.
📌 Poin - Renungkan apa saja yang Tuhan sudah lakukan dalam hidupmu minggu ini.
- Sudahkah kamu menyatakan syukurmu dalam tindakan nyata?
- Bersihkan hati dan hidup kita sebelum melayani dan memberi.
Terimakasih kk guru jemaat
BalasHapus