Cari Blog Ini
Blog ini berisi khotba/ renungan, petunjuk, dogma, dalam pelayanan sebagai mimbar injili. bagaimana inovasi digital meningkatkan pengalaman pelanggan, tantangan yang dihadapi, serta strategi untuk memberikan layanan terbaik di dunia yang semakin terkoneksi. Bersiaplah untuk memahami bagaimana dunia pelayanan bergerak menuju masa depan yang lebih efisien dan inovatif dalam gereja dan semua secara luas
Renungan Mingguan Kristen
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Tentang Nazar
Pendahuluan – Nazar dalam Budaya Yahudi/Israel
Dalam budaya Yahudi kuno, nazar (bahasa Ibrani: neder) adalah janji atau ikrar yang diucapkan seseorang kepada Allah, biasanya untuk tujuan khusus, sebagai tanda kesungguhan iman atau rasa syukur.
Nazar bersifat sukarela — artinya Allah tidak memerintahkan semua orang untuk bernazar — tetapi jika sudah diucapkan, wajib dipenuhi (Bilangan 30:2).
Bagi orang Israel, nazar bisa berupa:
- Nazar persembahan – memberi korban atau persembahan khusus kepada Tuhan.
- Nazar pantangan – menahan diri dari sesuatu untuk waktu tertentu.
- Nazar pengabdian – menyerahkan diri atau sesuatu untuk pelayanan khusus kepada Tuhan.
- Salah satu bentuk nazar terkenal dalam budaya Yahudi adalah Nazar Nazir (Nazirite vow) seperti di Bilangan 6:1–21, di mana seseorang berpantang minum anggur, tidak memotong rambut, dan tidak menyentuh mayat.
A. Nazar dan Korban Nazar dalam Perjanjian Lama
1. Prinsip Nazar
Sifatnya sukarela, tapi wajib dipenuhi jika diucapkan
> "Apabila seseorang laki-laki mengucapkan nazar kepada TUHAN... maka ia tidak boleh melanggar perkataannya; sesuai dengan segala yang diucapkannya, haruslah ia berbuat demikian."
(Bilangan 30:2)
Nazar sebagai ungkapan syukur atau permohonan
Contoh:
Hana bernazar akan menyerahkan anaknya kepada Tuhan jika doanya dikabulkan (1 Samuel 1:11).
Yakub bernazar akan memberi persepuluhan jika Tuhan melindunginya (Kejadian 28:20–22).
2. Korban Nazar
Dalam Perjanjian Lama, korban nazar adalah persembahan yang dipersembahkan kepada Tuhan sebagai pemenuhan janji nazar.
Dasar ayat:
Imamat 7:16 – "Jikalau persembahannya itu merupakan korban yang dinazarkan... maka persembahannya itu haruslah dimakan pada hari ia mempersembahkannya."
Bilangan 6:13–21 – mengatur korban yang harus dibawa oleh seorang Nazir pada akhir masa nazarnya.
Jenis korban yang terkait nazar bisa berupa:
Kurban bakaran – tanda penyerahan penuh kepada Allah.
Kurban keselamatan – tanda syukur atas pengabulan doa.
Kurban penghapus dosa – jika nazar terlanggar.
B. Nazar dan Korban Nazar dalam Perjanjian Baru
Di Perjanjian Baru, konsep nazar tidak dihapus, tetapi tidak lagi menjadi bagian dari hukum upacara Yahudi yang wajib. Nazar menjadi pilihan pribadi sebagai bentuk komitmen rohani.
1. Contoh Nazar di Perjanjian Baru
Paulus pernah memotong rambutnya di Kengkrea karena menggenapi suatu nazar (Kisah Para Rasul 18:18). Ini kemungkinan bentuk Nazar Nazir dalam budaya Yahudi.
Beberapa orang Yahudi bernazar tidak akan makan atau minum sampai membunuh Paulus (Kisah Para Rasul 23:12–14), meskipun ini nazar yang salah arah.
2. Prinsip Nazar dalam Ajaran Yesus
Yesus mengajarkan agar kita berhati-hati dalam membuat janji atau sumpah:
> "Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak; apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat."
(Matius 5:37)
Prinsip ini menegaskan bahwa kehidupan orang percaya seharusnya penuh integritas sehingga tidak perlu janji khusus untuk membuktikan kesungguhan.
3. Nazar dan Korban dalam Perspektif Injil
Dalam Kristus, korban binatang sebagai bagian dari nazar tidak lagi berlaku (Ibrani 10:10–14).
Korban yang diminta Tuhan sekarang adalah korban hidup:
> "Persembahkanlah tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah"
(Roma 12:1)
Ini berarti nazar kita kepada Tuhan adalah hidup kita sendiri yang dikuduskan untuk-Nya.
- Kadalah janji sukarela kepada Allah, biasanya disertai korban persembahan jika sudah digenapi.
- Dalam Perjanjian Lama, nazar harus ditepati; melanggarnya dianggap dosa (Pengkhotbah 5:4–5). Korban nazar menjadi bagian dari ibadah di Kemah Suci/Bait Allah.
- Dalam Perjanjian Baru, nazar bukan kewajiban hukum Taurat tetapi menjadi komitmen pribadi yang dilakukan dengan hati yang tulus. Fokusnya bukan lagi pada korban binatang, melainkan persembahan diri kepada Tuhan.
- Prinsip rohani: Jangan sembarangan bernazar. Jika bernazar, tepati. Tuhan menghargai integritas dan ketaatan lebih daripada sekadar kata-kata janji.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan Populer
PEMBERDAYAAN YANG DI KEHENDAKI TUHAN
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar