Langsung ke konten utama

Renungan Mingguan Kristen

Renungan terbaru

  Tema: "Tetap Setia di Tengah Tekanan" Nas: Ester 3:1–15 Pembukaan Hidup ini bukan diukur dari seberapa nyaman kita menjalaninya, tetapi dari seberapa setia kita tetap berdiri ketika tekanan datang. Semua orang senang menjadi orang benar ketika keadaan mendukung. Namun, tidak semua orang mampu tetap benar ketika harus membayar harga. Dunia sering berkata, "Kalau ingin aman, ikut saja arus." Tetapi firman Tuhan berkata, "Tetaplah setia, sekalipun harus menghadapi tekanan." Tekanan dapat datang dari tempat kerja, keluarga, lingkungan, bahkan dari orang-orang yang memiliki kuasa. Tekanan sering memaksa seseorang memilih antara kenyamanan atau kebenaran. Ester pasal 3 mengajarkan bahwa kesetiaan kepada Allah terkadang mengundang penolakan dari manusia, tetapi Allah tidak pernah meninggalkan orang yang tetap setia kepada-Nya. I. Latar Kitab Ester Kitab Ester berlatar di Kerajaan Persia pada masa pemerintahan Raja (Xerxes I, sekitar 486–465 SM). Peristi...

MATERI KATEKESASI 01

 PENGERTIAN KATEKISASI

Istilah katekese berasal dari bahasa Yunani "katekhein" yang secara arafiah berarti "menggemakan" atau menggunakan keluar, (berarti pergi atau meluas, cho berarti menggemakan atau menyuarakan).

Berdasarkan istilah dan arti tersebut maka pengertian katekesa adalah:

1. Pewartaan yang sedang disampaikan atau diwartakan

2. Ajaran para pemimpin.

Pengertian katekhein adalah menjelaskan, memberitakan, memberitahukan, mengajar, memberi pengajaran bandingkan :

Kisah 21:21. "Tetapi mereka mendengar tentang, bahwa engkau mengajar semua orang Yahudi yang tinggal di antara bangsa-bangsa lain untuk melepaskan hukum Musa

Kisah 18: 25 "Ia telah menerima Pengajaran dalam jalan Tuhan, dengan bersemangat ia berbicara dan dengan teliti ia mengajar tentang Yesus, tetapi ia hanya mengetahui Baptisan Yohanes".

Lukas 1:4: "supaya engkau tahu dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepada mu sungguh benar".

Roma 2:17-18; 1 Kor. 14:19 Galatia 4: 4.

Dari pelbagai pengertian, maka arti "mengajar"yang paling menonjol.

Mengajar bukan soal pengetahuan melainkan mengajar praktis yaitu:

"mengajar" dan membimbing orang supaya ia melakukan apa yang diajarkan kepadanya.

Istilah ini yang diambil oleh Gereja menjadi sebuah tehknik dalam ajaran Gereja.

Untuk menyampaikan ajaran Tuhan dan Gereja kepada manusia dalam hidupan nyata.

Inti Pengajaran Katekese adalah "Yesus Kristus"

Sumber utama adalah Yesus Kristus yang merupakan kepenuhan segala sesuatu.

Kristus menjadi pusat Katekese karena :

1. Allah telah menyatakan diri-Nya melalui Yesus Kristus

2. Yesus Kristus adalah Injil, semua mendapat keselamatan dalam kematian dan kebangkitan.

3. Yesus Kristus sendiri mengajarkan kasih sebagai dasar pokok kehidupan dan pemberitaan Kristen.

Setiap orang kristen hidupnya harus berdasar pada kasih akan Allah dan sesama manusia.

Oleh sebab berpusat pada Yesus Kristus, maka pembinaan pada katekum (peserta) di titik beratkan pada doa orientasi = dewasa iman, dewasa dalam bergereja dan bermasyarakat.

Dewasa Iman artinya: "Orang atau katekum memiliki hubungan yang erat dengan Tuhan, menyerahkan diri seutuhnya pada Allah, percaya Anugerah Iman dari Tuhan, menerima kesatuan ajaran dan menyatukan Imannya dengan kehidupan".

Dewasa dalam bergereja berarti komunitas Iman Kristen percaya teguh akan Kristus, dasar dan pegangan hidup mereka adalah Kristus hidup di dalam semangat persaudaraan, saling mengasihi, sehat dan sejiwa, rela menjadi garam dan terang dalam masyarakat.

Dewasa dalam masyarakat berarti sadar mewujudkan Imannya dalam masyarakat, ikut serta mengembangkan masyarakat, menjadi terang dan garam dunia, berani memberikan kesaksian iman di tempat kerja, menjalankan karya kasih bagi sesama manusia.




Komentar

Postingan Populer