Langsung ke konten utama

Renungan Mingguan Kristen

Renungan terbaru

  Penjelasan Teks Amsal 4:1–27 Tema: "Nasihat untuk Mencari Hikmat" Pendahuluan Ada pepatah, "Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama." Pepatah ini berbicara tentang warisan yang diturunkan dari satu generasi kepada generasi berikut. Capaian sebuah generasi akan menjadi kebanggaan generasi selanjutnya. Generasi penerus diharapkan menghasilkan capaian yang akan memuliakan generasi pendahulunya. Sayangnya generasi penerus belum tentu memperoleh capaian yang baik, sebaliknya bisa mengalami kemerosotan bahkan kejatuhan. Lalu apa warisan terbaik dari sebuah generasi kepada penerusnya? Karena pengalaman penulis amsal dan pengalaman ayahnya membuktikan bahwa hikmat telah memelihara dan menjagai hidup mereka, ia juga berharap hikmat itu akan memelihara dan menjagai hidup anak-anaknya. Penulis amsal menganjurkan anak-anaknya untuk memperoleh serta meninggikan hikmat dan pengertian yang akan menjunjung tinggi martabat ...

MATERI KATEKESASI 01

 PENGERTIAN KATEKISASI

Istilah katekese berasal dari bahasa Yunani "katekhein" yang secara arafiah berarti "menggemakan" atau menggunakan keluar, (berarti pergi atau meluas, cho berarti menggemakan atau menyuarakan).

Berdasarkan istilah dan arti tersebut maka pengertian katekesa adalah:

1. Pewartaan yang sedang disampaikan atau diwartakan

2. Ajaran para pemimpin.

Pengertian katekhein adalah menjelaskan, memberitakan, memberitahukan, mengajar, memberi pengajaran bandingkan :

Kisah 21:21. "Tetapi mereka mendengar tentang, bahwa engkau mengajar semua orang Yahudi yang tinggal di antara bangsa-bangsa lain untuk melepaskan hukum Musa

Kisah 18: 25 "Ia telah menerima Pengajaran dalam jalan Tuhan, dengan bersemangat ia berbicara dan dengan teliti ia mengajar tentang Yesus, tetapi ia hanya mengetahui Baptisan Yohanes".

Lukas 1:4: "supaya engkau tahu dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepada mu sungguh benar".

Roma 2:17-18; 1 Kor. 14:19 Galatia 4: 4.

Dari pelbagai pengertian, maka arti "mengajar"yang paling menonjol.

Mengajar bukan soal pengetahuan melainkan mengajar praktis yaitu:

"mengajar" dan membimbing orang supaya ia melakukan apa yang diajarkan kepadanya.

Istilah ini yang diambil oleh Gereja menjadi sebuah tehknik dalam ajaran Gereja.

Untuk menyampaikan ajaran Tuhan dan Gereja kepada manusia dalam hidupan nyata.

Inti Pengajaran Katekese adalah "Yesus Kristus"

Sumber utama adalah Yesus Kristus yang merupakan kepenuhan segala sesuatu.

Kristus menjadi pusat Katekese karena :

1. Allah telah menyatakan diri-Nya melalui Yesus Kristus

2. Yesus Kristus adalah Injil, semua mendapat keselamatan dalam kematian dan kebangkitan.

3. Yesus Kristus sendiri mengajarkan kasih sebagai dasar pokok kehidupan dan pemberitaan Kristen.

Setiap orang kristen hidupnya harus berdasar pada kasih akan Allah dan sesama manusia.

Oleh sebab berpusat pada Yesus Kristus, maka pembinaan pada katekum (peserta) di titik beratkan pada doa orientasi = dewasa iman, dewasa dalam bergereja dan bermasyarakat.

Dewasa Iman artinya: "Orang atau katekum memiliki hubungan yang erat dengan Tuhan, menyerahkan diri seutuhnya pada Allah, percaya Anugerah Iman dari Tuhan, menerima kesatuan ajaran dan menyatukan Imannya dengan kehidupan".

Dewasa dalam bergereja berarti komunitas Iman Kristen percaya teguh akan Kristus, dasar dan pegangan hidup mereka adalah Kristus hidup di dalam semangat persaudaraan, saling mengasihi, sehat dan sejiwa, rela menjadi garam dan terang dalam masyarakat.

Dewasa dalam masyarakat berarti sadar mewujudkan Imannya dalam masyarakat, ikut serta mengembangkan masyarakat, menjadi terang dan garam dunia, berani memberikan kesaksian iman di tempat kerja, menjalankan karya kasih bagi sesama manusia.




Komentar

Postingan Populer