Cari Blog Ini
Blog ini berisi khotba/ renungan, petunjuk, dogma, dalam pelayanan sebagai mimbar injili. bagaimana inovasi digital meningkatkan pengalaman pelanggan, tantangan yang dihadapi, serta strategi untuk memberikan layanan terbaik di dunia yang semakin terkoneksi. Bersiaplah untuk memahami bagaimana dunia pelayanan bergerak menuju masa depan yang lebih efisien dan inovatif dalam gereja dan semua secara luas
Renungan Mingguan Kristen
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Renungan Keren
🌿 “Kekuatan di Tengah Kelemahan” berdasarkan 2 Korintus 12:9–10
🌤️ Ilustrasi Pembuka: “Kekuatan dari Luka”
Seorang petani tua memiliki seekor keledai yang jatuh ke dalam sumur kering. Ia berusaha menolongnya, tetapi sumur itu terlalu dalam. Akhirnya, ia memutuskan untuk menimbun keledai itu dengan tanah. Setiap sekop tanah yang jatuh di punggungnya, keledai itu menggoyangkan badannya hingga tanah bergeser ke bawah kakinya. Lama kelamaan, tanah itu menumpuk dan mengangkatnya ke atas… sampai akhirnya keledai itu bisa keluar dari sumur.
Kadang-kadang, Tuhan tidak mengangkat kita langsung dari penderitaan, tetapi Ia memberi kita kekuatan untuk berdiri di atasnya. Dari kelemahan, kita belajar arti kekuatan sejati yang datang dari Tuhan.
📖 Latar Belakang Kitab
Surat 2 Korintus ditulis oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus yang sedang meragukan kerasulannya karena penderitaan dan kelemahan yang dialaminya.
Sebagian orang berpikir, “Jika Paulus benar-benar rasul Tuhan, mengapa ia menderita begitu banyak?”
Melalui surat ini, Paulus menegaskan bahwa kuasa Tuhan justru nyata melalui kelemahan manusia.
Tuhan tidak mencari orang yang kuat secara jasmani atau status, tetapi orang yang bersandar penuh kepada-Nya.
📜 Penjelasan Ayat (2 Korintus 12:9–10)
> “Tetapi jawab Tuhan kepadaku: ‘Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.’ Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.”
(2 Korintus 12:9)
🔍 Arti Ayat:
1. “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu”
➤ Tuhan tidak selalu menyingkirkan masalah, tetapi Ia memberi kekuatan untuk menghadapinya. Kasih karunia-Nya cukup untuk menopang setiap orang percaya.
2. “Dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna”
➤ Saat kita lemah, saat itulah kita berhenti mengandalkan diri sendiri — dan mulai bergantung pada Tuhan sepenuhnya. Di situlah kuasa-Nya bekerja paling nyata.
3. “Aku bermegah atas kelemahanku”
➤ Paulus tidak malu atas penderitaannya. Ia tahu, justru melalui kesusahan itulah, nama Kristus dimuliakan.
4. “Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.”
➤ Kekuatan sejati bukan berarti tanpa air mata, tetapi tetap berdiri walau hati sedang luka — karena ada Tuhan yang menopang.
💡 Renungan untuk Ibadah Penguatan
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan,
dalam hidup kita sering merasa lelah, sakit, kecewa, dan takut. Kita berdoa agar Tuhan mengangkat semua itu, tetapi terkadang Tuhan menjawab, “Kasih karunia-Ku cukup bagimu.”
Artinya, Tuhan tidak selalu menenangkan badai di sekitar kita, tetapi Ia menenangkan badai di dalam hati kita.
Ia memberi damai di tengah pergumulan, dan kekuatan di tengah kelemahan.
Ketika kita merasa paling lemah, di situlah Tuhan sedang mengajar kita untuk berserah dan percaya.
Mungkin kita tidak mengerti mengapa masalah itu terjadi, tetapi satu hal pasti:
Tuhan tidak pernah meninggalkan kita — Ia hadir di tengah kelemahan kita untuk menunjukkan kuasa kasih-Nya.
🙏 Penutup / Doa
Tuhan, terima kasih karena kasih karunia-Mu selalu cukup bagiku.
Dalam kelemahanku, Engkau menjadi kekuatanku.
Ajarku untuk tetap berserah, percaya, dan berjalan bersama-Mu meski jalanku tidak mudah.
Biarlah hidupku menjadi kesaksian bahwa kuasa-Mu sempurna dalam kelemahanku.
Amin.
Postingan Populer
PEMBERDAYAAN YANG DI KEHENDAKI TUHAN
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya



Komentar
Posting Komentar