Langsung ke konten utama

Renungan Mingguan Kristen

  Materi Pranikah Kristen “Komitmen Hidup Baru dan Kemandirian dalam Pernikahan Kristen” Pendahuluan Pernikahan Kristen bukan sekadar penyatuan dua orang yang saling mencintai, tetapi merupakan perjanjian kudus di hadapan Allah. Dalam pernikahan, laki-laki dan perempuan dipanggil memasuki hidup baru yang penuh tanggung jawab, kesetiaan, pengorbanan, dan kemandirian. Menurut iman Reformed/Calvinis, pernikahan adalah bagian dari kedaulatan Allah yang telah ditetapkan-Nya untuk memuliakan Tuhan, membangun keluarga yang takut akan Allah, dan menjadi kesaksian Injil di tengah dunia. I. Komitmen Hidup Baru dalam Pernikahan Kristen 1. Pernikahan adalah Perjanjian Kudus Dasar Alkitab “Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.” — 2:24 “Apa yang telah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia.” — 19:6 Penjelasan Pernikahan bukan hubungan sementara, melainkan ikatan seumur ...

Pemuliaan Yesus

 

Markus 9:2-13

Tema : Pemuliaan Yesus

Ditujukan untuk siapa sebenarnya penglihatan Yesus dimuliakan di atas gunung ini? Tentu untuk para murid yang sedang kebingungan. Teks ini mengajak kita melihat bahwa Yesus dan tiga orang murid-Nya naik ke sebuah gunung dan di sana Yesus dimuliakan,

(Ayat 2 ) enam hari kemudian  setelah pemberitahuan pertama tentang penderitaan Yesus dan syarat-syarat mengikuti Dia.

Yesus membawah Petrus, Yakobus, dan Yohanes. Murid-muridnya telah mengaku bahwa Yesus adalah Mesias yang penuh dengan tanda keilahian. Pasal 8: 29 (Ia bertanya kepada mereka: tetapi apa kata kamu, siapakah Aku ini? Maka jawab petrus engkau adalah Mesias).

di sisi lain, mereka baru mendapatkan pengajaran bahwa Mesias mereka harus menderita sengsara dan bahkan mati. Pasal 8:31-33 (bahwa anak manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli taurat, lalu dibunuh dan banggkit sesudah tiga hari dan seterusnya).

Maka dengan demikian penglihatan ini adalah peneguhan akan keilahian Yesus kepada para murid. Peristiwa ini begitu mengagumkan dan melebihi segala kemuliaan yang dapat kita bayangkan, terlihat dari respons ketiga murid Yesus yang sangat ketakutan melihat peristiwa tersebut. Dan penglihatan itu pada

Ayat 2c, 3 (dibacakan ayatnya )

 Ia mengalami transfigurasi -- sebuah perubahan penampakan. Yesus tampil sebagai Yang Mulia, dengan cahaya yang selalu menyertai ide tentang kebesaran dan keagungan Allah. Dengan peristiwa ini, tergenapilah apa yang disampaikan dalam 9:1, bahwa disini ada orang- orang yang akan melihat Kerajaan Allah datang dengan kuasa.

Hadirnya dua tokoh Perjanjian Lama, Musa dan Elia, menunjukkan konfirmasi atas ke Tuhanan Kristus.

 Maleakhi pasal 4:4 &5  Ingatlah kepada Taurat yang telah Kuperintahkan kepada Musa, hamba-Ku, di gunung Horeb untuk disampaikan kepada seluruh Israel, yakni ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum.Ayat 5  Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu.  

Petrus tidak tahu harus berkata apa. Di saat itu, muncul keinginan Petrus untuk mendirikan kemah bagi mereka (5-6 ). Saat itu terdengar suara Allah dari dalam awan yang menyatakan Yesus sebagai Anak-Nya (dibacakan 7). Sekejap semuanya hilang dan yang tersisa hanyalah Yesus beserta ketiga murid-Nya (dibacakan 8). (kata sekonyong-konyong artinya tiba-tiba/dengan mendadak)

 Pasca peristiwa itu, Yesus melarang mereka menceritakan kepada siapapun hingga kebangkitan-Nya. Kelihatannya mereka tidak paham ungkapan Yesus mengenai "bangkit dari antara orang mati" ditambah dengan hadirnya dua nabi perjanjian lama Musa dan Elia. Yang Kemudian mereka menanyakan penggenapan tentang kedatangan Elia.

Mereka berpikir Elia akan hadir lagi dalam bentuk fisik. Sebenarnya hal itu menunjuk pada menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu. Yakni penderitaan dan penyaliban yang menjadi kekuatan dan kemahakuasaan hadirnya kerajaan Allah itu.

Yesus Kristus adalah TUHAN. Dia memilih orang- orang tertentu dan diberi kesempatan untuk melihat serta mendengar hal yang tidak dapat dilihat dan didengar.

Orang-orang pilihan ini harus mengerjakan tugas dan menanggung penderitaan yang lebih berat dari orang-orang lain.

Misalnya, Petrus dan Yakobus harus mati secara tragis, sedangkan Yohanes hidup lebih lama dari yang lain untuk mencatat dan menyampaikan wahyu Tuhan kepada semua orang.

Bersyukur kepada Tuhan yang telah memilih kita dan memercayakan berita kebenaran-Nya. Pelajari firman Tuhan dengan tekun agar dapat memahami semangat dan setiap peristiwa yang tercatat di dalam masa mendekati penderitaan.

 

 

 

 

 


Komentar

Postingan Populer