Langsung ke konten utama

Renungan Mingguan Kristen

Renungan terbaru minggu ini

  Keluaran 6:1–12 dengan tema: KEPEDULIAN TUHAN DALAM PENGUTUSAN MUSA I. LATAR BELAKANG KITAB Kitab Keluaran 1. Kedudukan Kanonik dan Teologis Jika Kejadian menekankan janji Allah kepada para patriarkh, maka Keluaran memperlihatkan penggenapan historis janji tersebut melalui pembebasan Israel dari Mesir. Secara teologis, Pembacaan ini berpusat pada: Pewahyuan nama YHWH Pembebasan Perjanjian Sinai Pembentukan identitas umat Allah 2. Latar Historis Peristiwa Keluaran berada dalam konteks perbudakan Israel di Mesir. Pasal 1–5 menggambarkan: Penindasan sistematis Kelahiran dan panggilan Musa Konfrontasi pertama dengan Firaun Kegagalan awal Musa (5:22–23) Pasal 6:1–12 muncul sebagai respons ilahi atas krisis iman Musa dan keputusasaan bangsa Israel. 3 . Latar Teologis Pasal 6 Pasal 6 merupakan titik balik teologis. Allah menegaskan: Identitas-Nya Kesetiaan perjanjian Rencana penyelamatan Tema utama bagian ini adalah pewahyuan Allah sebagai YHWH yang setia dan berti...

renungan terbaru

 

Renungan; Ibadah Penguatan

Pembacaan: Ratapan 3:31-33

 

Thema: Tuhan selalu menyediakan kekuatan dan penghiburan.

Kehidupan dan kematian adalah keadaan yang selalu bertukar tempat dalam hidup manusia. Ada saat manusia hidup yaitu bernafas dan bergerak/beraktifitas di atas bumi, lalu kemudian manusia mati dan terbujur kaku lalu di kubur di dalam bumi, Manusia yang tadi berdiri diatas tanah, sekarang tidur dan di tutup dibawah tanah Itulah kehidupan dan kematian yang bertukat tempat. Dan manusia sendiri kadang kala tidak mengetahui saat-saat itu akan terjadi. Seperti susah dan senang yang selalu silih berganti dalam kehidupan manusia. Dan siapakah yang mengerti semua peristiwa ini Jawabnya adalah Tuhan

Sebab baik kehidupan dan kematian terjadi di dalam kuasa dan kehendak Tuhan. Baik susah dan senang di atur oleh Tuhan untuk memberi keseimbangan pada hidup manusia.

Bacaan kita saat ini mengatakan; "Karena tidak untuk selama-lamanya Tuhan mengucilkan. Karena walau IA mendatangkan susah. Ia juga menyanyangi menurut kebesaran kasih setiaNya, karena tidak dengan rela hati ia menindas dan merisaukan anak-anak manusia".

Artinya Tuhan bias mendatangkan kesusahan tetapi Tuhan tetap mengasihi dan menyediakan kekuatan dan penghiburan. Sebab tidak pernah Tuhan dengan sengaja merusak kehidupan anak - anakNya. Dan tidak selaman-lamanya kesusahan itu Kita belajar dari Yusuf yang mengalami kesusahan dalam keluarga Yakub tetapi tetapi untuk penyelamatan umat-Nya dimasa depan.

Apa saja yang Tuhan lakukan dalam hidup manusia selalu bertujuan baik dan membuat manusia lebih mengenal Nya sebagai Tuhan.

Ayat 33 Yeremia dalam ratapannya yakin dan percaya bahwa Tuhan adalah Tuhan yang penuh kasih sayang “karena tidak dengan rela hati”  artinya Tuhan tidak tega.atau bersedia dengan iklas penindasan itu terjadi. Dia tidak iklas anak-anak-Nya risau. Sebab dia Tuhan yang tidak akan membiarkan air mata itu bercucuran ayat 22 kasih sayang Tuhan itu luar biasa selalu baru setia saat. Artinya Tuhan adalah Tuhan atas dirinya sendiri hari ini gelap, besok tidak. Hari ini sedih, besok sukacita. Hari ini kepergian (kematian )orang-orang yang kita kasihi, besok atau kemarin adalah kedatangan (kelahiran)orang-orang yang akan kita kasihi.

Sebagai orang beriman dalam peristiwa hebat yang dialami baiklah ia terus berharap pada Tuhan, seperti Yeremia yang walaupun ia menyaksikan kehancuran Yerusalem dan meratapi kehancuran itu namun ia percaya akan kasih sayang Allah yang melebihi murkanya dan tetap dalam harapan dan pengharapkan yang sunggu pada Allah ayat 25 TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya bagi jiwa yang mencari dia. Yang perlu dilakukan sebagai orang beriman adalah bersabar dalam pengharapan kita, karena untuk melihat matahari pagi diesok hari; ada gelapnya malam yang harus kita lalui. Ayat 26 adalah baik menanti dengan diam. Pertolongan Tuhan.


Komentar

Postingan Populer