Cari Blog Ini
Blog ini berisi khotba/ renungan, petunjuk, dogma, dalam pelayanan sebagai mimbar injili. bagaimana inovasi digital meningkatkan pengalaman pelanggan, tantangan yang dihadapi, serta strategi untuk memberikan layanan terbaik di dunia yang semakin terkoneksi. Bersiaplah untuk memahami bagaimana dunia pelayanan bergerak menuju masa depan yang lebih efisien dan inovatif dalam gereja dan semua secara luas
Renungan Mingguan Kristen
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Renungan Pernikahan
Renungan Pernikahan: Mukjizat di Kana (Yohanes 2:1-11)
Teks Alkitab (Yohanes 2:1-11):
Perikop ini menceritakan tentang mukjizat pertama Yesus di sebuah pesta pernikahan di Kana, di mana Ia mengubah air menjadi anggur. Ketika anggur habis, Maria, ibu Yesus, meminta-Nya untuk bertindak. Yesus meminta para pelayan mengisi enam tempayan dengan air, lalu mengubahnya menjadi anggur terbaik. Mukjizat ini menunjukkan kemuliaan-Nya dan membuat murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.
Renungan Pernikahan
1. Yesus Hadir dalam Pernikahan
Pernikahan di Kana mengajarkan bahwa pernikahan yang diberkati adalah pernikahan yang menghadirkan Yesus di dalamnya. Dalam setiap hubungan suami-istri, tantangan pasti ada, seperti pesta yang kehabisan anggur. Namun, ketika Yesus ada dalam pernikahan, Ia mampu mengubah kekurangan menjadi kelimpahan.
➡ Apakah kita sudah mengundang Yesus untuk menjadi pusat dalam pernikahan kita?
2. Mengandalkan Yesus dalam Krisis
Ketika anggur habis, Maria tidak panik atau menyalahkan siapa pun. Ia datang kepada Yesus dan percaya pada-Nya. Demikian pula dalam pernikahan, ada masa-masa sulit, perselisihan, atau kelelahan emosional. Ketika masalah datang, kita perlu belajar untuk membawa setiap pergumulan kepada Yesus dan mempercayakan hasilnya kepada-Nya.
➡ Apakah kita sudah terbiasa membawa persoalan pernikahan kepada Tuhan dalam doa?
3. Ketaatan Membawa Berkat
Para pelayan menaati perintah Yesus meskipun secara logika mungkin tidak masuk akal untuk mengisi tempayan dengan air saat mereka butuh anggur. Namun, karena ketaatan, mereka menjadi saksi dari mukjizat Tuhan. Dalam pernikahan, ada kalanya kita harus menaati Tuhan bahkan ketika kita tidak sepenuhnya mengerti. Mengampuni pasangan, mengasihi tanpa syarat, dan tetap setia adalah bentuk ketaatan yang membawa berkat.
➡ Apakah kita sudah hidup dalam ketaatan kepada Tuhan dalam pernikahan kita?
4. Tuhan Memberikan yang Terbaik
Anggur yang diubah oleh Yesus bukan hanya cukup, tetapi justru lebih baik dari yang sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak hanya mencukupi, tetapi memberikan yang terbaik. Ketika kita mengandalkan Tuhan dalam pernikahan, Dia akan memperbaharui kasih dan sukacita dalam hubungan suami-istri.
➡ Apakah kita percaya bahwa Tuhan mampu memperbarui cinta dan kebahagiaan dalam pernikahan kita?
Kesimpulan
Mukjizat di Kana mengingatkan kita bahwa pernikahan yang diberkati adalah pernikahan yang menghadirkan Yesus, mengandalkan Dia dalam krisis, hidup dalam ketaatan, dan percaya bahwa Dia selalu memberikan yang terbaik.
Jika saat ini kita merasa "kehabisan anggur" dalam pernikahan—kehabisan cinta, kesabaran, atau sukacita—mari datang kepada Yesus. Dia sanggup mengubah yang biasa menjadi luar biasa, yang hambar menjadi penuh makna, dan yang hampir habis menjadi limpah kembali.
Doa:
"Tuhan, kami mengundang-Mu untuk menjadi pusat dalam pernikahan kami. Ajarlah kami untuk selalu datang kepada-Mu dalam setiap keadaan, menaati firman-Mu, dan percaya bahwa Engkau selalu menyediakan yang terbaik bagi kami. Amin."
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan Populer
PEMBERDAYAAN YANG DI KEHENDAKI TUHAN
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar