Langsung ke konten utama

Renungan Mingguan Kristen

Renungan mingguan terbaru

  Yesaya 2:1-5 RENUNGAN: SION, KOTA DAMAI 1. Pembukaan: “Kalau Damai Itu Bisa Dibeli…” Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, coba kita bayangkan: kalau damai bisa dibeli di toko, kira-kira berapa harganya? Mungkin ada yang berkata, “Saya mau beli satu kilo damai.” Ada yang mungkin berkata, “Saya mau dua kilo, karena di rumah sering ribut.” Yang lain mungkin berkata, “Saya mau satu karung, supaya hati saya tidak mudah marah.” Tetapi kenyataannya, damai tidak dijual di toko. Kita bisa membeli rumah, kendaraan, makanan, bahkan obat, tetapi kita tidak bisa membeli damai sejahtera. Mengapa? Karena damai yang sejati adalah pemberian Allah. Itulah yang kita temukan dalam Yesaya 2:1–5. Di tengah dunia yang penuh konflik, ketakutan dan perselisihan, Nabi Yesaya melihat suatu pengharapan: Sion menjadi tempat di mana manusia datang kepada Tuhan, belajar jalan Tuhan, dan hidup dalam damai. Karena itu tema kita hari ini adalah: “Sion, Kota Damai.” 2. Latar Belakang Singkat Kitab Y...

3 Puisi Rohani: Cahaya Kasih

 


1. Cahaya Kasih-Nya

Di gelap malam yang sunyi sepi,

Cahaya kasih-Nya tak pernah pergi.

Membimbing langkah di jalan berduri,

Menghapus duka, menenangkan hati.

Saat lelah dan hampir menyerah,

Tangan-Nya terulur penuh anugerah.

Memberi harapan, memberi terang,

Mengajarku iman yang takkan hilang.

Tuhan, kasih-Mu tiada tara,

Dalam badai Kau tetap setia.

Di setiap doa dan air mata,

Kau selalu ada, sepanjang masa.



2. Dekapanku dalam Doa

Kala dunia terasa berat,

Aku bersujud dalam hikmat.

Kusampaikan rindu dan harapan,

Dalam doa penuh keikhlasan.

Tuhan, Engkau tempat perlindungan,

Saat jiwa dilanda ujian.

Dalam tangisan, dalam tawa,

Kasih-Mu tetap nyata.

Tak perlu takut, tak perlu ragu,

Kau genggam erat tangan rapuhku.

Kupercaya janji-Mu kekal,

Kasih-Mu besar, tiada tandingannya.


3. Jalan Tuhan


Langkahku sering kali goyah,

Tak tahu arah, tak tahu arah.

Namun Tuhan selalu setia,

Membimbing dengan penuh kasih-Nya.

Kadang kupinta jalan yang mudah,

Namun Dia beri ujian yang indah.

Menguatkan hati, melatih sabar,

Agar imanku semakin mekar.

Tuhan, ajarku untuk percaya,

Bahwa rencana-Mu lebih mulia.

Dalam derita atau bahagia,

Ku tetap bersyukur, selamanya.


Semoga puisi-puisi ini memberi ketenangan dan inspirasi!


Komentar

Postingan Populer