Langsung ke konten utama

Renungan Mingguan Kristen

Renungan terbaru

  Nehemia 2:11–20 Tema: “Memulai Sebuah Pekerjaan dari Tuhan” 1. Pendahuluan: Memulai dengan Tuhan Setiap pekerjaan besar biasanya dimulai dari sebuah kerinduan kecil, keberanian, dan langkah pertama . Namun, dalam perspektif iman, pertanyaan terpenting bukan hanya “Apa yang akan kita kerjakan?” , tetapi “Apakah pekerjaan ini berasal dari Tuhan dan dilakukan untuk kemuliaan-Nya?” Nehemia tidak datang ke Yerusalem sekadar untuk membangun tembok. Ia datang karena beban hati yang lahir dari kepedulian terhadap umat Allah , kemudian berusaha memastikan bahwa pekerjaannya berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan. 2. Penjelasan Ayat Ayat 11 — Datang dan berhenti sejenak “Maka tibalah aku di Yerusalem. Sesudah tiga hari aku di sana...” Nehemia tidak langsung bertindak. Ia tinggal selama tiga hari sebelum melakukan pemeriksaan. Makna teologis: Pekerjaan Tuhan tidak selalu dimulai dengan tindakan yang tergesa-gesa. Ada waktu untuk diam, berdoa, mengamati, dan memahami keadaan . Pe...

Bijak Mendengarkan Nasehat

 Bijak Mendengarkan Nasihat  

        1 Raja-raja 14:21-31 

salah satu bentuk penghukuman Allah bagi manusia berdosa adalah kehilangan kemuliaan Allah dan perkenaan Allah atas Hidupnya. maka dengan demikian berbuat dosa  berarti kehilangan kemulian Allah sebab dosa memisakan kita dari Allah (Roma 3:23) hal hal ini terjadi dalam kisah Raja Rehabeam.

    Rehabeam adalah anak salomo yang Membiarkan Yehuda berdosa. dia juga adalah raja terakhir kerajaan Israel  yang menyatu dan raja pertama kerajaan Yehuda. Ada tiga situasi yang terjadi pada Israel di bawah kepemimpinan Rehabeam. Pertama, di bawah kepemimpinannya, kerajaan Israel terpecah menjadi dua, yaitu kerajaan Israel dan Yehuda. Kedua, rakyat Yehuda jatuh ke dalam penyembahan berhala dan perbuatan tak bermoral. Ketiga, peperangan terus berkobar.

    Setelah terpecah, kerajaan Israel dan Yehuda menjadi tidak kokoh. Mesir menyerang Yehuda (25) dan berhasil merampas barang-barang berharga dari Bait Suci dan istana raja (26). Rehabeam mengganti perisai emas Salomo dengan membuat perisai baru dari tembaga (27). Hal itu menunjukkan betapa kerajaan Israel dan Yehuda telah merosot. Selain itu, Yehuda terlibat perang saudara tanpa akhir dengan Israel.

    Nama Rehabeam mengandung makna doa, yaitu kiranya umat berkembang. Namun, selama ia memerintah, hal sebaliknyalah yang terjadi. Kemerosotan terjadi karena Rehabeam mengabaikan nasihat tua-tua dan lebih memilih nasihat kawan-kawan sebayanya sehingga timbul pemberontakan dari suku-suku di utara (lih. 12:8-19).

    Rehabeam mendapat pengaruh buruk dari ibu suri Naama dan permaisuri Maakha, sehingga membiarkan rakyatnya jatuh ke dalam penyembahan berhala dan upacara tak bermoral. Kerajaan berhasil diselamatkan ketika ia mendengarkan nasihat Nabi Semaya. Nabi menyebut serangan Mesir sebagai hukuman Tuhan karena Yehuda berbalik dari perjanjian-Nya (2Taw 12:1-16). Rehabeam bertobat. Ia mendengarkan nasihat nabi dan kembali beribadah di Bait Suci.

    Perbuatan kita sering dipengaruhi oleh pasangan, orang tua, atau kawan. Sering kali kita tidak menyaring nasihat dari orang-orang terdekat. Kita tidak mengkritisi nasihat mereka karena kedekatan kita dengan mereka. Padahal nasihat atau pengaruh dari mereka bisa baik, bisa juga buruk. Kita pun merasakan perlunya tuntunan Tuhan untuk menyadari, memilah, dan memilih pengaruh yang baik. 

Komentar

Postingan Populer