Langsung ke konten utama

Renungan Mingguan Kristen

Kebenaran Karena Iman

  ROMA 10:4–15 Tema: Kebenaran Karena Iman Nas Alkitab: Roma 10:4–15 Tema utama: Kebenaran karena iman kepada Yesus Kristus Tujuan: Jemaat memahami bahwa keselamatan dan kebenaran di hadapan Allah bukan diperoleh melalui usaha manusia semata, melainkan melalui iman kepada Yesus Kristus yang dinyatakan dalam pengakuan, ketaatan, dan pemberitaan Injil. I. Pendahuluan Surat Roma ditulis oleh Rasul Paulus untuk menjelaskan karya keselamatan Allah bagi manusia melalui Yesus Kristus. Dalam Roma 10:4–15, Paulus menekankan bahwa manusia tidak dapat membenarkan dirinya sendiri hanya dengan mengandalkan perbuatan atau ketaatan terhadap hukum Taurat. Kebenaran yang menyelamatkan berasal dari Allah dan diterima melalui iman kepada Yesus Kristus. Pada masa itu, sebagian orang Israel berusaha memperoleh kebenaran di hadapan Allah melalui pelaksanaan hukum Taurat, tetapi mereka tidak memahami bahwa hukum Taurat menunjuk kepada Kristus sebagai penggenapan rencana keselamatan Allah. Mereka memiliki...

Bijak Mendengarkan Nasehat

 Bijak Mendengarkan Nasihat  

        1 Raja-raja 14:21-31 

salah satu bentuk penghukuman Allah bagi manusia berdosa adalah kehilangan kemuliaan Allah dan perkenaan Allah atas Hidupnya. maka dengan demikian berbuat dosa  berarti kehilangan kemulian Allah sebab dosa memisakan kita dari Allah (Roma 3:23) hal hal ini terjadi dalam kisah Raja Rehabeam.

    Rehabeam adalah anak salomo yang Membiarkan Yehuda berdosa. dia juga adalah raja terakhir kerajaan Israel  yang menyatu dan raja pertama kerajaan Yehuda. Ada tiga situasi yang terjadi pada Israel di bawah kepemimpinan Rehabeam. Pertama, di bawah kepemimpinannya, kerajaan Israel terpecah menjadi dua, yaitu kerajaan Israel dan Yehuda. Kedua, rakyat Yehuda jatuh ke dalam penyembahan berhala dan perbuatan tak bermoral. Ketiga, peperangan terus berkobar.

    Setelah terpecah, kerajaan Israel dan Yehuda menjadi tidak kokoh. Mesir menyerang Yehuda (25) dan berhasil merampas barang-barang berharga dari Bait Suci dan istana raja (26). Rehabeam mengganti perisai emas Salomo dengan membuat perisai baru dari tembaga (27). Hal itu menunjukkan betapa kerajaan Israel dan Yehuda telah merosot. Selain itu, Yehuda terlibat perang saudara tanpa akhir dengan Israel.

    Nama Rehabeam mengandung makna doa, yaitu kiranya umat berkembang. Namun, selama ia memerintah, hal sebaliknyalah yang terjadi. Kemerosotan terjadi karena Rehabeam mengabaikan nasihat tua-tua dan lebih memilih nasihat kawan-kawan sebayanya sehingga timbul pemberontakan dari suku-suku di utara (lih. 12:8-19).

    Rehabeam mendapat pengaruh buruk dari ibu suri Naama dan permaisuri Maakha, sehingga membiarkan rakyatnya jatuh ke dalam penyembahan berhala dan upacara tak bermoral. Kerajaan berhasil diselamatkan ketika ia mendengarkan nasihat Nabi Semaya. Nabi menyebut serangan Mesir sebagai hukuman Tuhan karena Yehuda berbalik dari perjanjian-Nya (2Taw 12:1-16). Rehabeam bertobat. Ia mendengarkan nasihat nabi dan kembali beribadah di Bait Suci.

    Perbuatan kita sering dipengaruhi oleh pasangan, orang tua, atau kawan. Sering kali kita tidak menyaring nasihat dari orang-orang terdekat. Kita tidak mengkritisi nasihat mereka karena kedekatan kita dengan mereka. Padahal nasihat atau pengaruh dari mereka bisa baik, bisa juga buruk. Kita pun merasakan perlunya tuntunan Tuhan untuk menyadari, memilah, dan memilih pengaruh yang baik. 

Komentar

Postingan Populer