Langsung ke konten utama

Renungan Mingguan Kristen

Selalu ada Harapan

Markus 16:1–8   “ Kebangkitan Yesus yang Membawa Harapan” ✝️ 1. Latar Belakang Teks Injil ditulis untuk menunjukkan bahwa Yesus adalah Mesias yang menderita namun menang. Pasal 16:1–8 adalah klimaks dari seluruh kisah: dari penderitaan menuju kemenangan. Peristiwa ini terjadi setelah kematian Yesus di kayu salib. Para murid berada dalam ketakutan dan kehilangan harapan. Dalam konteks itulah, kebangkitan menjadi titik balik besar. 🌅 2. Perempuan ke Kubur (ayat 1–3) Tokoh utama dalam bagian ini adalah perempuan-perempuan: Mereka datang membawa rempah-rempah untuk meminyaki tubuh Yesus. Ini menunjukkan: • Kasih dan kesetiaan mereka kepada Yesus • Mereka belum memahami bahwa Yesus akan bangkit Namun ada kegelisahan: “Siapa yang akan menggulingkan batu bagi kita?” 👉 Makna: Manusia sering datang dengan keterbatasan dan kekhawatiran. Harapan sering tertutup oleh “batu besar” masalah hidup. 🪨 3. Batu Sudah Terguling (ayat 4) Saat mereka tiba, batu besar itu sudah tergulin...

Bijak Mendengarkan Nasehat

 Bijak Mendengarkan Nasihat  

        1 Raja-raja 14:21-31 

salah satu bentuk penghukuman Allah bagi manusia berdosa adalah kehilangan kemuliaan Allah dan perkenaan Allah atas Hidupnya. maka dengan demikian berbuat dosa  berarti kehilangan kemulian Allah sebab dosa memisakan kita dari Allah (Roma 3:23) hal hal ini terjadi dalam kisah Raja Rehabeam.

    Rehabeam adalah anak salomo yang Membiarkan Yehuda berdosa. dia juga adalah raja terakhir kerajaan Israel  yang menyatu dan raja pertama kerajaan Yehuda. Ada tiga situasi yang terjadi pada Israel di bawah kepemimpinan Rehabeam. Pertama, di bawah kepemimpinannya, kerajaan Israel terpecah menjadi dua, yaitu kerajaan Israel dan Yehuda. Kedua, rakyat Yehuda jatuh ke dalam penyembahan berhala dan perbuatan tak bermoral. Ketiga, peperangan terus berkobar.

    Setelah terpecah, kerajaan Israel dan Yehuda menjadi tidak kokoh. Mesir menyerang Yehuda (25) dan berhasil merampas barang-barang berharga dari Bait Suci dan istana raja (26). Rehabeam mengganti perisai emas Salomo dengan membuat perisai baru dari tembaga (27). Hal itu menunjukkan betapa kerajaan Israel dan Yehuda telah merosot. Selain itu, Yehuda terlibat perang saudara tanpa akhir dengan Israel.

    Nama Rehabeam mengandung makna doa, yaitu kiranya umat berkembang. Namun, selama ia memerintah, hal sebaliknyalah yang terjadi. Kemerosotan terjadi karena Rehabeam mengabaikan nasihat tua-tua dan lebih memilih nasihat kawan-kawan sebayanya sehingga timbul pemberontakan dari suku-suku di utara (lih. 12:8-19).

    Rehabeam mendapat pengaruh buruk dari ibu suri Naama dan permaisuri Maakha, sehingga membiarkan rakyatnya jatuh ke dalam penyembahan berhala dan upacara tak bermoral. Kerajaan berhasil diselamatkan ketika ia mendengarkan nasihat Nabi Semaya. Nabi menyebut serangan Mesir sebagai hukuman Tuhan karena Yehuda berbalik dari perjanjian-Nya (2Taw 12:1-16). Rehabeam bertobat. Ia mendengarkan nasihat nabi dan kembali beribadah di Bait Suci.

    Perbuatan kita sering dipengaruhi oleh pasangan, orang tua, atau kawan. Sering kali kita tidak menyaring nasihat dari orang-orang terdekat. Kita tidak mengkritisi nasihat mereka karena kedekatan kita dengan mereka. Padahal nasihat atau pengaruh dari mereka bisa baik, bisa juga buruk. Kita pun merasakan perlunya tuntunan Tuhan untuk menyadari, memilah, dan memilih pengaruh yang baik. 

Komentar

Postingan Populer