Langsung ke konten utama

Renungan Mingguan Kristen

Apa kata Alkitab tentang Mengelola keuangan dengan baik menurut firman

Ayat Alkitab Tentang Mengelola Keuangan dengan Baik Menurut Firman Tuhan Pendahuluan Mengelola keuangan adalah bagian penting dalam kehidupan orang percaya. Alkitab tidak melarang kita memiliki uang, tetapi Firman Tuhan mengajarkan supaya kita bijaksana, setia, dan bertanggung jawab dalam menggunakan berkat yang Tuhan berikan. Banyak masalah hidup terjadi karena keuangan tidak diatur dengan baik. Oleh karena itu, Alkitab memberikan banyak nasihat tentang bagaimana cara mengelola uang dengan benar. 1. Harus punya perencanaan keuangan Amsal 21:5 > “ Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan.” Firman Tuhan mengajarkan bahwa orang yang rajin merencanakan hidupnya akan berkecukupan. Mengatur uang harus dengan perencanaan, bukan dengan keinginan sesaat. Artinya: Buat anggaran, Jangan boros, Gunakan uang dengan bijak, (Amsal 21:5) Ayat ini mengajarkan bahwa berkat dalam ekonomi tidak datang secara instan...

Bijak Mendengarkan Nasehat

 Bijak Mendengarkan Nasihat  

        1 Raja-raja 14:21-31 

salah satu bentuk penghukuman Allah bagi manusia berdosa adalah kehilangan kemuliaan Allah dan perkenaan Allah atas Hidupnya. maka dengan demikian berbuat dosa  berarti kehilangan kemulian Allah sebab dosa memisakan kita dari Allah (Roma 3:23) hal hal ini terjadi dalam kisah Raja Rehabeam.

    Rehabeam adalah anak salomo yang Membiarkan Yehuda berdosa. dia juga adalah raja terakhir kerajaan Israel  yang menyatu dan raja pertama kerajaan Yehuda. Ada tiga situasi yang terjadi pada Israel di bawah kepemimpinan Rehabeam. Pertama, di bawah kepemimpinannya, kerajaan Israel terpecah menjadi dua, yaitu kerajaan Israel dan Yehuda. Kedua, rakyat Yehuda jatuh ke dalam penyembahan berhala dan perbuatan tak bermoral. Ketiga, peperangan terus berkobar.

    Setelah terpecah, kerajaan Israel dan Yehuda menjadi tidak kokoh. Mesir menyerang Yehuda (25) dan berhasil merampas barang-barang berharga dari Bait Suci dan istana raja (26). Rehabeam mengganti perisai emas Salomo dengan membuat perisai baru dari tembaga (27). Hal itu menunjukkan betapa kerajaan Israel dan Yehuda telah merosot. Selain itu, Yehuda terlibat perang saudara tanpa akhir dengan Israel.

    Nama Rehabeam mengandung makna doa, yaitu kiranya umat berkembang. Namun, selama ia memerintah, hal sebaliknyalah yang terjadi. Kemerosotan terjadi karena Rehabeam mengabaikan nasihat tua-tua dan lebih memilih nasihat kawan-kawan sebayanya sehingga timbul pemberontakan dari suku-suku di utara (lih. 12:8-19).

    Rehabeam mendapat pengaruh buruk dari ibu suri Naama dan permaisuri Maakha, sehingga membiarkan rakyatnya jatuh ke dalam penyembahan berhala dan upacara tak bermoral. Kerajaan berhasil diselamatkan ketika ia mendengarkan nasihat Nabi Semaya. Nabi menyebut serangan Mesir sebagai hukuman Tuhan karena Yehuda berbalik dari perjanjian-Nya (2Taw 12:1-16). Rehabeam bertobat. Ia mendengarkan nasihat nabi dan kembali beribadah di Bait Suci.

    Perbuatan kita sering dipengaruhi oleh pasangan, orang tua, atau kawan. Sering kali kita tidak menyaring nasihat dari orang-orang terdekat. Kita tidak mengkritisi nasihat mereka karena kedekatan kita dengan mereka. Padahal nasihat atau pengaruh dari mereka bisa baik, bisa juga buruk. Kita pun merasakan perlunya tuntunan Tuhan untuk menyadari, memilah, dan memilih pengaruh yang baik. 

Komentar

Postingan Populer