Langsung ke konten utama

Renungan Mingguan Kristen

Renungan terbaru minggu ini

  Keluaran 6:1–12 dengan tema: KEPEDULIAN TUHAN DALAM PENGUTUSAN MUSA I. LATAR BELAKANG KITAB Kitab Keluaran 1. Kedudukan Kanonik dan Teologis Jika Kejadian menekankan janji Allah kepada para patriarkh, maka Keluaran memperlihatkan penggenapan historis janji tersebut melalui pembebasan Israel dari Mesir. Secara teologis, Pembacaan ini berpusat pada: Pewahyuan nama YHWH Pembebasan Perjanjian Sinai Pembentukan identitas umat Allah 2. Latar Historis Peristiwa Keluaran berada dalam konteks perbudakan Israel di Mesir. Pasal 1–5 menggambarkan: Penindasan sistematis Kelahiran dan panggilan Musa Konfrontasi pertama dengan Firaun Kegagalan awal Musa (5:22–23) Pasal 6:1–12 muncul sebagai respons ilahi atas krisis iman Musa dan keputusasaan bangsa Israel. 3 . Latar Teologis Pasal 6 Pasal 6 merupakan titik balik teologis. Allah menegaskan: Identitas-Nya Kesetiaan perjanjian Rencana penyelamatan Tema utama bagian ini adalah pewahyuan Allah sebagai YHWH yang setia dan berti...

renungan terbaik

  Ketika Tuhan Sudah Memilih

Hagai 2:20-23

Mungkin kita terus bertanya tentang seperti apa kriteria orang yang dipilih Tuhan. Bisa jadi kita terkejut hingga takjub karena akal budi tak mampu menyelami pilihan-Nya. Taruhlah contoh keterpilihan Saulus menjadi rasul dan pemberita Injil, atau Daud menjadi raja. Tuhan semesta alam tentu selalu memiliki alasan mengapa Ia memilih seseorang dalam rangka karya penyelamatan.

Siapa sangka pada zaman Nabi Hagai, Zerubabel bupati Yehuda dipilih Tuhan untuk memimpin pembangunan Bait Suci. Saat bangsa Yahudi berada di bawah kekuasaan Persia dengan rajanya Darius, firman Tuhan datang kepada Zerubabel ( ayat 22"Katakanlah kepada Zerubabel, bupati Yehuda, begini: Aku akan menggoncangkan langit dan bumi)

Salah satu alasan terpilihnya Zerubabel adalah karena dia termasuk keturunan Daud. Kepada Daud, Tuhan semesta alam telah berjanji bahwa keluarganya akan memerintah Israel (lih. 2Sam 7:10-16 "Aku menentukan tempat bagi umat-Ku Israel dan menanamkannya, sehingga ia dapat diam di tempatnya sendiri dengan tidak lagi dikejutkan dan tidak pula ditindas oleh orang-orang lalim seperti dahulu,sejak Aku mengangkat hakim-hakim atas umat-Ku Israel. Aku mengaruniakan keamanan kepadamu dari pada semua musuhmu. Juga diberitahukan TUHAN kepadamu: TUHAN akan memberikan keturunan kepadamu. Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya. Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Apabila ia melakukan kesalahan, maka Aku akan menghukum dia dengan rotan yang dipakai orang dan dengan pukulan yang diberikan anak-anak manusia. Tetapi kasih setia-Ku tidak akan hilang dari padanya, seperti yang Kuhilangkan dari pada Saul, yang telah Kujauhkan dari hadapanmu. Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya).

 Keterpilihan ini selaras dengan pemberitaan para nabi bahwa seorang pemimpin yang istimewa berasal dari garis keturunan Daud (bdk. Mi 5:1-4a).

Kepada Zerubabel, Tuhan menjanjikan kekuasaan (cincin meterai) (24). Kekuasaan bangsa-bangsa lain akan dijungkirbalikkan demi eksistensi Bait Suci di tengah bangsa Yahudi.

Begitulah ketika Tuhan semesta alam sudah memilih. Tidak ada hal apa pun yang dapat merintangi-Nya. Satu-satunya aral hanyalah sikap tidak percaya yang meragukan penyelenggaraan-Nya. Syukurlah lewat pemberitaan Nabi Hagai, gubernur Yehuda itu mau mendengarkan dan menaati firman Tuhan. Ia bersedia memimpin pembangunan Bait Suci bersama Imam Besar Yosua dan Nabi Hagai sepulang dari pembuangan di Babel. Rintangan yang sempat menggoyahkan tekad diatasi lewat penyerahan diri kepada pimpinan Tuhan semesta alam.

Kita adalah orang-orang yang dipilih Tuhan melalui iman kepada Yesus Kristus. Kita dipilih menjadi pewaris Kerajaan Surga. Mungkin dahulu kita terhitung sebagai pendosa, orang yang dikucilkan, atau orang yang tidak dianggap penting oleh orang lain. Namun, begitulah kalau Tuhan semesta alam sudah memilih. Siapa pun diri kita, sekarang kita mendapat janji dan hak waris yang sama dari Tuhan, dan tidak ada kuasa lain yang dapat merebutnya. 

Komentar

Postingan Populer